" Kurikulum 2013, Setuju atau Tidak ? "

Menurut salah satu buku yang pernah aku baca ( lupa judulnya apa ) , " tebarkanlah tulisanmu pada dunia " , "share your world to the world " .  Yaa barangkali ada yang butuh referensi bacaan tentang kurikulum 2013 yang pro-kontranya sampai sekarang gak ada habis-habisnya, maka tulisan di bawah ini mungkin bisa sedikit membantu mindset anda.




Kurikulum 2013, Setuju atau Tidak ?
            Kurikulum 2013 menjadi trend topik belakangan ini. Hampir setiap media massa memberitakan hal mengenai  kurikulum 2013. Ada yang memberikan tanggapan positif dan ada pula yang memberikan tanggapan negatif. Berbagai kalangan masyarakat pun ramai yang ikut menyuarakan pendapatnya mengenai program baru Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia ini, mulai dari guru , murid orang tua bahkan mahasiswa/mahasisiwi ikut berkomentar .
            Saya pribadi lebih setuju dengan pendapat yang memberi respon positif. Menurut saya pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat untuk melakukan pergantian kurikulum, sebab pergantian kurikulum memang merupakan salah satu program wajib Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang dilakukan setiap 5 tahun sekali. Tujuannya adalah untuk melakukan evaluasi dan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. 
          Karena di SMAN 1 Prambon banyak siswa yang mengeluhkan sistem pembelajaran baru atau dikenal Kurikulum 2013 . Banyak keluhan karena berbagai sebab yaitu pulang lebih sore sekitar jam 14.30 , dibandingkan kurikulum KTSP 2006 hanya sampai pukul 13.45 atau 45 menit lebih cepat . Dan saya survei penyebab mengeluh yaitu yang les diluar tidak ada waktu untuk beristirahat dan pelajaran khusus kelas X dan XI ditambah jam dan ditambah jadwal pelajaran lintas peminatan . Misalnya matematika bisa mencapai 8 jam , bukan hanya matematika saja , pelajaran inti lainya ditambah jam mengajarnya .
               Jika kita tinjau di lapangan tak dapat dipungkiri bahwa karakter merupakan masalah yang sangat krusial yang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Melihat moral anak bangsa sekarang yang sangat memprihatinkan maka kurikulum 2013 ini memang merupakan salah satu langkah yang tepat bagi pemerintah untuk membenahi karakter anak bangsa melalui pendidikan.
              Salah satu alasan beberapa pihak tidak setuju dengan kurikukulum 2013 adalah karena adanya pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS ke dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia di SD. Padahal hal ini jelas sangat bermanfaat untuk meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap bahasa persatuan, yaitu Bahasa Indonesia. Di tengah pesatnya arus globalisasi identitas bahasa Indonesia semakin tenggelam. Maka melalui kurikulum 2013 menunjukkan bahwa pemerintah telah mengambil solusi yang tepat untuk meningkatkan nasionalisme bangsa.
             Terkait dengan masalah pengintegrasian ini banyak yang bertanya-tanya mau dikemanakan guru-guru bidang studi IPA dan IPS ? Sebenarnya hal ini bukanlah permasalahan yang sulit untuk dijawab . Guru-guru bidang studi IPA dan IPS yang mengajar di SD tak perlu risau tidak kebagian jam mengajar. Hal ini seharusnya menjadi tantangan baru bagi guru untuk meningkatkan kualitas mengajarnya. Bisa saja guru Bahasa Indonesia secara bersama-sama dengan guru IPA dan/atau guru IPS masuk ke satu kelas. Manfaat yang lebih konkret adalah guru akan lebih mudah menguasai kelasnya. Opsi lain adalah guru Bahasa Indonesia, IPA dan/atau IPS bisa masuk secara bergantian dalam satu semester. Materi pelajaran Bahasa Indonesia di SD tidak terlalu sulit. Jadi saya rasa guru IPA atau pun IPS juga mampu menyampaikan materi pokoknya melalui mata pelajaran bahasa Indonesia.
              Hal lain yang menjadi alasan beberapa pihak menolak kurikulum 2013 adalah masalah buku cetak yang akan digunakan dalam pembelajaran pasti akan berganti lagi. Untuk hal ini masyarakat terutama orang tua para siswa dan guru tidak perlu khawatir. Pemerintah telah berjanji akan mengadakan buku pegangan gratis bagi guru dan siswa melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Hal ini disampaikan langsung oleh bapak Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Mohammad Nuh .
             

Pihak guru di sekolah juga tidak perlu khawatir terhadap metode pembelajaran kurikulum 2013 yang akan dilaksanakan pada siswa. Sebab pemerintah telah melakukan pelatihan guru secara bertahap untuk implementasi kurikulum 2013.   Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah untuk melaksanakan kurikulum 2013 dengan baik.
Penerapan Kurikulum 2013 hendaknya dimaknai positif oleh setiap insan pendidikan. Kita sebagai warga negara yang baik seharusnya mendukung program pemerintah demi kemajuan bangsa ini. Para pemikir dan ahli yang duduk di kursi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan itu pasti tahu apa yang terbaik untuk pendidikan di Indonesia.
                 Sebagai warga negara yang berpikir cerdas maka sebaiknya kita harus percaya pada program yang dilaksanakan pemerintah. Jangan memberikan respon yang negatif terlebih dahulu sebelum melihat efek dari prakteknya. Kurikulum 2013 toh juga dilakukan pemerintah secara bertahap, yaitu untuk tahun ajaran 2013/2014 dilaksanakan pada kelas I dan IV di tingkat SD , kelas VII di tingkat SMP dan kelas X di tingkat SMA. Untuk tahun ajaran 2014/2015 akan dilaksanakan lagi pada tingkat kelas lainnya hingga nanti pada tahun ajaran 2015/2016 kurikulum 2013 ini baru benar-benar akan diterapkan pada seluruh tingkat kelas di semua jenjang pendidikan. Mari bersama-sama kita dukung dan berikan respon positif terhadap program baik pemerintah serta mengawasi jalannya praktek kurikulum 2013 demi kemajuan pendidikan nasional.
            Yang saya bingungkan adalah penggantian nama IPA ( Ilmu Pengetahuan Alam ) ke MIA ( Matematika Ilmu Alam ) dan IPS ( Ilmu Pengetahuan Sosial ) ke IIS ( Ilmu-Ilmu Sosial ). Saya tanya ke guru B.Indonesia yang pernah Workshop yaitu Bu Puyarmi ,
Kekuatan kecerdasan setiap anak berbeda-beda, dulu seorang siswa yang cerdas adalah siswa yang mampu dalam matematika dan logika. Jika sekarang berbeda pandangannya seorang siswa yang cerdas adalah siswa yang multiple yakni tidak hanya sekedar kecerdasan dalam matematika dan logika saja melainkan dalam hal yang lain seperti berbahasa, interpersonal, musik itu juga penentu keberhasilan. Bisa disimpulkan bahwa pergantian penjurusan itu memunculkan suatu peningkatan aktif , inovatif dan kreatif bagi siswa .


8 comments

Anonim | 5 Desember 2014 pukul 22.16

thanks post gan !!

Aditya surya | 5 Desember 2014 pukul 22.19

sama-sama terima kasih sudah berkunjung

Anonim | 5 Desember 2014 pukul 22.20

gan saya tanya , kalo di sekolah saya kabar2 kurikulum 2013 akan dihapus kan krena guru dan murid tidak setuju akan kebijakan tersebut .

Aditya surya | 5 Desember 2014 pukul 22.22

kalau itu saya juga belum tau , sepertinya saya setuju dengan pendapat agan . tetapi ada juga dampak positifnya . yah kita terima aja lah kebijakan dari pemerintah .

Anonim | 5 Desember 2014 pukul 22.27

kelas 3 khususnya apakah masih memakai kurikulum KTSP ?

Aditya surya | 5 Desember 2014 pukul 22.28

di sekolah saya sman 1 prambon dan saya juga kelas 3 masih menggunakan sistem pembelajaran KTSP 2006

Anonim | 5 Desember 2014 pukul 22.31

Iya gan terima kasih infonya . :D

Aditya surya | 5 Desember 2014 pukul 22.35

iya gan sama-sama

Posting Komentar